KHOTBAH KEBUDAYAAN (Jumat, 24 Juli 2015)

PERTEMUAN SASTRA(WAN)
(Multikulturalisme Sastra Menuju Pluralisme Budaya)
Oleh Sofyan RH. Zaid

“Orang yang hanya mendengarkan suaranya sendiri,
apa bedanya dengan orang tuli?”
Mustofa Bisri


"Penguasa lebih suka membangun peradaban dari pada kebudayaan," kata Cak Nur. Itu sebabnya "saya sering melihat orang-orang pintar, politikus dan agamawan berpidato di atas mimbar berapi-api dengan kepala tegak, tapi dadanya bolong," ucap Iqbal. Maka di sini letak pentingnya sastrawan berperan sebagai budayawan, mengambil bagian paling depan dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan untuk mengimbangi pembangunan peradaban yang semakin meluas. Sebab peradaban tanpa kebudayaan, sama dengan istana besar dengan arsitektur buruk dan tanpa lukisan pada dindingnya, atau bahkan lebih dari itu adalah jasad tak berjiwa, segalanya hanya menjadi robot-robot kekuasaan dan modernisme.

Sastra sebagai bagian tidak terpisahkan (dari) kebudayaan, tidak cukup bertahan hanya dengan tradisi literasi semata seperti penerbitan buku, pemuatan karya di media, penerjemahan dan dokumentasi naskah, namun juga butuh terhadap diskusi, dialog, polemik yang sehat dan pertemuan sastra(wan). Duduk satu meja menimbang dan merumuskan masa depan sastra Indonesia yang lebih cerah. “Sebab suatu bangsa yang tradisi kesusastraannya tinggi dapat menghargai perbedaan pendapat. Kesusastraan membuat kita lebih manusiawi. Dengan membaca sastra, kita mengadakan dialog dengan diri sendiri. Demokrasi, hak asasi manusia, martabat manusia itu tidak bisa kalau tidak ada contohnya. Dan kesusastraan membawa pencerahan (enlightenment),” tutur Sani.

Sastra bisa menjadi salah satu alasan pertemuan antara budaya, agama dan etnis yang beragam di Indonesia. Apalagi lahirnya sastra Indonesia modern sendiri menurut Maman dalam Sastra Indonesia dalam Perspektif Multikulturalisme (2005) paling tidak dilatar-belakangi oleh tiga perkara, yakni: pertemuan dengan sastra barat, sehingga berkembang pesat alur sastra tulis, meski kemudian menganak-tirikan sastra lisan (oral tradition); lahir dari rahim sastrawan yang dibentuk dan dibesarkan oleh etnik dan beragam; ditulis dalam bahasa Indonesia sebagai lingua franca yang disuling dari akar Melayu dan memiliki sejarah panjang di Nusantara.

Mengingat alasan di atas, pertemuan sastra(wan) menjadi penting adanya. Baik secara lokal maupun nasional, besar ataupun kecil. Sebab dengan cara begitu multikulturalisme sastra bisa menjadi pluralisme budaya yang menggerakkan segala sendi kebangsaan, sehingga bernegara tidak hanya menjadi wawasan, melainkan sebuah kesadaran mewujudkan trisakti Bung Karno: berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian secara budaya. Dan napas dari kebudayaan –kata Ahmadun- adalah sastra itu sendiri.

Lalu adakah pertemuan yang lebih indah dari pertemuan sastra(wan)? Ketika di dalamnya kita menjadi manusia yang utuh, musnah kepentingan, moksa keinginan, yang tersisa hanya kedamaian. Semua melebur dalam cinta dan sajak-sajak minta dibaca.

Bekasi, 28 Juni 2015

Share:

Tidak ada komentar:

Blogger templates

Pellentesque vitae lectus in mauris sollicitudin ornare sit amet eget ligula. Donec pharetra, arcu eu consectetur semper, est nulla sodales risus, vel efficitur orci justo quis tellus. Phasellus sit amet est pharetra, sodales ipsum et, sodales urna. In massa nisi, faucibus id egestas eu, fringilla

Popular Posts

Category

Google+ Badge

FAQ's

ad970
Featured Posts

Most selected posts are waiting for you. Check this out

Most Viewed

ad728

Featured

Auto News

Fashion

Music

News

Food

Sports

Food

Technology

Featured

Videos

Recent Story

Popular Posts

Popular Post

@templatesyard

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Fashion

About us

FAQ's

Instagram

Tags 1

Diberdayakan oleh Blogger.

Ads

ads

ads

tile-1

ads

Slider


Posts

Category

Labels

Life & style

Stats

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Comments

Random Posts

Follow Us on Facebook

Kawacapedia

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Recent Posts

Comments

Find Us On Facebook

Templatesyard is a blogger resources site is a provider of high quality blogger template with premium looking layout and robust design. The main mission of templatesyard is to provide the best quality blogger templates which are professionally designed and perfectlly seo optimized to deliver best result for your blog.

Post Top Ad

Responsive Ads Here

FEATURED VIDEO

LightBlog

International

About us

Sports

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Videos

Style4

Video Of Day

video example

recent posts

Labels

Labels

Labels

About Me

Foto Saya
sofyan rh. zaid
Sofyan RH. Zaid, lahir di Sumenep, 08 Januari 1986. Alumni PP Annuqayah Lubra, Guluk-guluk, Sumenep, dan Universitas Paramadina Jakarta. Kini sebagai kurator, editor, dan anggota Pokja Keuangan dan Perbankan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN). Buku puisinya Pagar Kenabian (2015) masuk 15 nominasi Anugerah Hari Puisi Indonesia (2015). Selengkapnya: https://id.wikipedia.org/wiki/Sofyan_RH._Zaid
Lihat profil lengkapku

Tags 3

Labels

Labels

Ads

Labels

Translate

"mengalir saja perlahan # sampai bertemu lautan"

Breaking News

Sponsor

test

Flickr Images

authorHello, my name is Jack Sparrow. I'm a 50 year old self-employed Pirate from the Caribbean.
Learn More →

Adbox

Popular Posts

Most Popular

Most Recent

Categories

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.